Ada seorang pemuda desa, yang kadang2 suka membeli lottery, pikirnya asal dapat sekali maka berubahlah kehidupannya. Suatu hari dia bermimpi mendapat "nomor khusus" untuk membeli lottery. Besoknya dia tugas ke luar kota, maka disuruhnya sang istri membeli lottery dengan nomer yang dia impikan itu. Sepulang dari luar kota ternyata sang istri tidak membelikannya, padahal nomornya tepat keluar. Betapa sedihnya dia. Dia merasa dirinya menjadi manusia paling sial didunia ini. Bertengkar dengan istripun tidak membuat hidupnya membaik. Kesedihan hatinya sungguh luar biasa. Dikota, ada seorang kolektor perangko. Yang paling bangga dengan salah satu koleksinya. Suatu hari saat pesta di rumahnya, dia tunjukkan perangko itu kepada teman2 nya, hari yang membanggakan, semua orang terkagum kagum pada selembar perangko hebatnya. Celakanya malam itu ternyata perangko itu hilang. Diapun mencari dan mencari, dan tanya ke teman2 nya jangan2 terbawa mereka, semua temannya tidak ada yang tahu. Seminggu dicari kemana mana tidak ketemu juga, padahal selembar itu sungguh mahal. Dalam kesedihannya, ternyata perangko itu ditemukan anaknya diantara jepitan buku. Betapa bahagianya sang bapak yang merasa dirinya menjadi orang paling bahagia didunia ini. Kesedihan orang desa itu, sangat semu, dia "sekedar" tidak mendapatkan apa yang sebenarnya tidak pernah dia punyai. Sedangkan kebahagiaan orang kota juga menarik, karena sebenarnya dia tidak mendapatkan apa2 kecuali perangkonya sendiri yang memang miliknya, yang kebetulan "sekedar" tidak jadi hilang. Segalanya adalah "permainan" otak kita belaka. Salam damai. *Tanadi Santoso. Surabaya, 22 Oktober 2014 *Cerita diatas diceritakan Ibu saya kepada saya kemarin dengan semangat, kebetulan dia baru baca di majalah, dan berbagi. Ternyata pada usia beliau 79 tahun, masih saja punya curiosity yang tinggi dan semangat membaca dan berbagi yang kuat.